Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penyelundupan 390 Ton LTJ Bernilai Triliunan Rupiah Digagalkan di Batam, Kasum TNI dan Jampidsus Turun Tangan

Kamis | Mei 28, 2026 WIB Last Updated 2026-05-27T19:43:29Z
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, S.H., M.M., beserta rombongan Satgas PKH saat meninjau kapal tangkapan TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam, Selasa (26/5/2026). Foto : Kodaeral IV Batam. 

Laporaninformasi.com (Batam) - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, S.H., M.M., beserta rombongan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melaksanakan kunjungan dan peninjauan ke kapal tangkapan TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam, Selasa (26/5/2026) kemarin. 

 

Kunjungan tim investigasi tersebut dilakukan untuk meninjau langsung penggagalan penyelundupan 390 ton minerba kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal oleh patroli laut jajaran Koarmada RI di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri).

 

Dalam peninjauan ini, Kasum TNI didampingi oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H., Pangkoarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP., serta para pejabat Kemenko Polkam RI dan Pangkoarmada I.

 

Langkah ini diambil guna mendalami hasil penyelidikan dugaan penyelundupan minerba yang berhasil digagalkan jajaran Koarmada RI melalui KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada 17 Mei 2026 lalu. Berdasarkan hasil pendalaman awal, ditemukan dugaan kuat pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional.

 

Setibanya dari Jakarta, rombongan tim investigasi diterima langsung oleh Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., di Bandara Hang Nadim, Batam, untuk menerima paparan terkait kronologi penangkapan dan perkembangan proses pemeriksaan yang sedang berjalan.

 

Rombongan kemudian bergerak menuju Dermaga Kodaeral IV untuk memeriksa kapal tangkapan beserta barang bukti sebanyak 25 kontainer.

 

Berdasarkan hasil uji laboratorium di PT Timah Kundur, Tanjung Balai Karimun terhadap sampel ilminite dari 15 kontainer, ditemukan kandungan Titanium Oksida, Logam Tanah Jarang (LTJ), serta unsur radioaktif untuk bahan baku nuklir, di antaranya Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymiun Oxide, Triuranium Oktasida, Triuranium Oktosida serta Serium Oksida.

 

Nilai total dari hasil tangkapan komoditas strategis ilegal ini ditafsir mencapai angka triliunan rupiah.

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, S.H., M.M. saat memberikan keterangan pers, Selasa (26/5/2026). 

Panglima Koarmada RI menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan serta mengamankan kekayaan alam Indonesia. Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum dan mencegah aktivitas ilegal yang merugikan negara serta membahayakan lingkungan.

 

Sementara itu, Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko memastikan pihaknya akan terus memperketat pengawasan di wilayah perairan strategis Indonesia, khususnya terhadap penyelundupan Minerba.

 

“Penggagalan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL melaksanakan Perintah Presiden RI dan Panglima TNI bersama seluruh instansi terkait dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi sumber daya alam strategis nasional dari aktivitas ilegal yang dapat merugikan bangsa dan negara. Kodaeral IV akan terus meningkatkan sinergi serta pengawasan di wilayah perairan strategis Indonesia,” tegas Dankodaeral IV. *den/red*


- advertisement -

×
Berita Terbaru Update