Laporaninformasi.com (Bintan) — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan kembali memaksimalkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui inovasi Serving The Villager (STV). Program jemput bola dengan slogan "Menjangkau yang tak Terjangkau" ini menyasar langsung masyarakat di wilayah terluar yang memiliki keterbatasan akses geografis.
Dalam aksi terbarunya di Kecamatan Tambelan—pulau terluar Kabupaten Bintan yang membutuhkan waktu tempuh hingga 18 jam perjalanan laut dari Pulau Bintan—tim STV berhasil menerbitkan sebanyak 589 dokumen kependudukan bagi warga setempat.
Kepala Disdukcapil Bintan, Rusli, mengungkapkan bahwa operasional pelayanan di Tambelan kali ini dibagi ke dalam beberapa titik strategis guna menjamin pemerataan layanan.
"Kita hadir di Tambelan, dua hari kita khususkan di Pulau Mentebung, satu hari lagi khusus di Balai Adat Tambelan (pulau induk yang terdapat 4 desa dan 1 kelurahan). Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan pastinya STV ini akan kembali hadir di Tambelan," ujar Rusli, Rabu (10/6/2026).
Konsep inovasi STV ini lahir sebagai solusi konkret atas kondisi geografis Kabupaten Bintan yang didominasi oleh rangkaian pulau-pulau. Melalui program ini, petugas Disdukcapil bergerak menyusuri perkampungan, mendatangi pulau-pulau kecil, hingga melakukan layanan door-to-door langsung ke rumah warga.
Sistem pelayanan dirancang secara instan, di mana dokumen kependudukan vital seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan dokumen lainnya dapat diproses dan langsung dicetak di lokasi pelayanan.
Selain memangkas jarak dan biaya bagi warga pesisir, program STV juga menegaskan aspek keadilan sosial. Layanan perekaman adminduk ini turut menyasar warga dengan kebutuhan khusus, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), guna memastikan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali mendapatkan hak identitas resminya sebagai warga negara.
Program jemput bola yang telah diinisiasi sejak tahun 2024 ini terus mendapatkan respons positif dan menjadi layanan yang paling dinantikan oleh masyarakat, khususnya yang menetap di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar Bintan. *Jel/red*
