Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemenkes Kolaborasi dengan UEA, 500 Warga Dapat Operasi Katarak Gratis

Sabtu | April 25, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T19:22:47Z

Foto : Kemenkes RI

LAPORANINFORMASI.COM [KAPUAS] -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Kali ini, Kemenkes menggandeng Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab untuk menyelenggarakan program operasi katarak gratis yang menyasar 500 warga di berbagai wilayah Indonesia.

 

Program ini didukung oleh dana hibah sebesar 294.222 Dirham atau setara dengan miliaran Rupiah. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah agar tidak ada warga yang kehilangan kesempatan produktif hanya karena gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat disembuhkan.

 

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, menjelaskan bahwa kemitraan ini bukan kerja sama sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang yang telah dirintis sejak tahun 2025.

 

"Kerja sama ini akan terus berkembang menjadi payung hukum yang lebih kuat untuk berbagai program kesehatan mata lainnya di masa depan," ujar Wamenkes Dante saat meninjau langsung pelaksanaan operasi di Vision Center Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (24/4) kemarin. 


Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas jangkauan layanan dengan memanfaatkan teknologi digital. Melalui sistem konsultasi medis jarak jauh (telemedicine), warga di pelosok desa diharapkan bisa mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis secara cepat dan terintegrasi dengan rumah sakit pusat.


"Melalui operasi ini, kita berharap para pasien dapat kembali melihat dunia dengan jelas. Ini adalah sebuah harapan sederhana tentang merasakan kembali kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat kita," tambahnya.


Program ini sangat penting mengingat data nasional menunjukkan bahwa dari sekitar 21 juta warga yang telah diskrining, sekitar 48 persen memiliki masalah kesehatan mata, dan 6 persen di antaranya memerlukan penanganan serius seperti operasi.


Untuk menjamin keselamatan, setiap tindakan dilakukan melalui dua tahap pemeriksaan ketat terdiri dari penyaringan Awal dimana petugas kesehatan dan kader akan mencari warga yang memiliki keluhan penglihatan.

Tahap ke dua, pemeriksaan medis dimana tim ahli dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari cek gula darah hingga pengukuran bola mata untuk menentukan lensa tanam yang paling tepat.

 

Program ini diprioritaskan untum menjangkau wilayah terpencil, dimana Kabupaten Kapuas dipilih menjadi lokasi utama karena tantangan geografis dan keterbatasan akses terhadap dokter spesialis. Vision Center Kapuas sendiri telah beroperasi melayani masyarakat sejak Juli 2023.

 

Hingga saat ini, program bakti sosial kesehatan ini telah berhasil menjangkau sebanyak 200 pasien di Kalimantan Tengah, 150 pasien di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan 150 pasien di Nusa Tenggara Timur (NTT)


Upaya ini terus dilakukan untuk mengejar target pemulihan penglihatan nasional demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. *red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update