![]() |
| Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. |
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyebut pembelian tiket melalui calo biasanya akan dikenakan harga di atas normal atau cenderung lebih tinggi, termasuk berpotensi mendapatkan tiket palsu, serta tidak memiliki kejelasan informasi terkait jadwal keberangkatan.
"Makanya, kami minta masyarakat belilah tiket di saluran resmi, baik secara online maupun di loket-loket penjualan tiket transportasi," kata Irjen Asep di Tanjungpinang, Rabu.
Kapolda Kepri menyatakan telah mengerahkan personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) guna mengawasi sekaligus mencegah aktivitas penjualan tiket angkutan mudik melalui tangan calo.
Polda Kepri belakangan ini juga menerima keluhan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan tiket mudik, terutama transportasi laut.
"Saat ini tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kapolda.
Kapolda pun menekankan agen tiket kapal pelayaran ataupun maskapai penerbangan supaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang masih kesulitan memperoleh tiket angkutan lebaran.
Irjen Asep mengapresiasi pelayanan penjualan tiket transportasi secara online guna mempermudah masyarakat, namun demikian tidak semua masyarakat bisa mengakses layanan online tersebut, sehingga pembelian tiket secara manual tetap harus dilayani.
"Polri siap menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku apabila terjadi penyimpangan terkait penjualan tiket, apalagi lewat calo dengan maksud mencari keuntungan pada momen lebaran," ujarnya.
Irjen Asep menegaskan Polda Kepri menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama libur lebaran Idul Fitri 2026, baik melalui moda transportasi darat, laut serta udara. ***
