Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemensos Sambut Baik Usulan IJTI Jadikan Wartawan Udin Bernas Pahlawan Nasional

Rabu | November 04, 2026 WIB Last Updated 2026-11-04T14:35:07Z
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Selasa (3/11/2026). Foto : Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut baik dukungan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) terkait pengusulan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional.


Dukungan tersebut melengkapi proses pengusulan yang sebelumnya telah dibahas bersama kalangan pers dan Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


“Kementerian Sosial tentu memberikan kesempatan dan menyambut baik semua usulan-usulan dari masyarakat untuk kemudian dikaji oleh tim yang dibentuk khusus untuk itu,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers usai menerima audiensi jajaran IJTI bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (3/11/2026) lalu. 


Menurut Gus Ipul, setiap usulan perlu melalui pendalaman dan penelitian terhadap peran serta jasa tokoh yang diajukan. Apabila memenuhi persyaratan, usulan tersebut akan diteruskan kepada Dewan Gelar untuk proses selanjutnya.


Khusus pengusulan wartawan Udin, Gus Ipul menjelaskan bahwa masih ada sejumlah kelengkapan yang perlu dipenuhi. Karena itu, diperlukan waktu untuk melengkapi bahan pengusulan sebelum berlanjut ke tahapan berikutnya.


“Pak Wamen sudah berproses. Ini ada penguatan dari teman-teman IJTI. Nah kita lihat perkembangan selanjutnya,” katanya.


Sekretaris Jenderal IJTI, Wahyu Triyogo, menyampaikan bahwa usulan tersebut berangkat dari pandangan IJTI terhadap Udin sebagai simbol perjuangan jurnalis. Keberaniannya dalam menjalankan kerja jurnalistik dinilai menjadi pengingat akan tanggung jawab pers untuk menyampaikan informasi yang benar di tengah berbagai risiko.


“Karena bagi kita Udin adalah simbol perjuangan dan perlawanan,” ujar Cak WT, panggilan akrabnya.


Ia berharap pengusulan gelar tersebut dapat memberikan semangat bagi para jurnalis sekaligus menjaga perhatian terhadap penyelesaian kasus Udin yang, menurutnya, hingga kini belum terungkap.


Perwakilan IJTI, Rachmat Hidayat, menambahkan bahwa pengusulan tersebut juga menjadi refleksi atas tantangan yang masih dihadapi jurnalis saat ini. Ia menekankan pentingnya menghasilkan karya jurnalistik berdasarkan fakta di tengah berbagai kendala dan tekanan dalam menjalankan profesi.


Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa pembahasan pengusulan Udin telah berjalan di Yogyakarta. Ia menyebut pertemuannya dengan kalangan PWI di Yogyakarta pada 24 Oktober, serta seminar di Pendopo Kabupaten Bantul pada 29 Oktober lalu bersama Bupati Bantul.


“Jadi bagus sekali kalau kemudian dari berbagai macam pihak berkolaborasi untuk mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.


Agus Jabo menilai Udin merupakan salah satu simbol perjuangan kebebasan pers. Ia berharap organisasi pers dan berbagai unsur masyarakat dapat saling bersinergi untuk memperkuat pengusulan tersebut dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.


Ia menjelaskan, pengusulan dari masyarakat harus melalui proses di tingkat daerah dan pengkajian oleh tim terkait sebelum diteruskan kepada Kementerian Sosial. Hasil kajian selanjutnya menjadi dasar untuk meneruskan usulan kepada Dewan Gelar, sementara keputusan pemberian gelar merupakan kewenangan Presiden.


Turut mendampingi dalam audiensi tersebut, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih serta Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib.


Adapun jajaran IJTI yang hadir meliputi Wahyu Triyogo (MNC TV), Rachmat Hidayat (MNC), Iman Nugroho (CNN Indonesia TV), dan Teddy S (iNews TV). *Red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update