Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Satu Tahun Sekolah Rakyat Prabowo: Raih 11 Prestasi Internasional dan Ratusan Penghargaan Nasional

Rabu | Oktober 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T15:29:52Z
Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” di GOR Sudiang, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto : Kemensos

Laporaninformasi.com (Makassar) -- Dalam kurun waktu satu tahun perjalanan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, siswa Sekolah Rakyat berhasil menorehkan 11 prestasi tingkat internasional dan lebih dari 200 prestasi tingkat nasional. Selain itu, lebih dari 1.100 siswa juga mencatatkan prestasi di bidang olahraga, seni, dan sains.


Capaian tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam acara Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” di GOR Sudiang, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).


Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari jumlah penghargaan, melainkan dari tumbuhnya karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan keberanian anak-anak prasejahtera dalam merajut cita-cita.


“Bagi kami, prestasi itu sederhana: ketika anak dari keluarga tidak mampu mendapat ruang. Ruang untuk belajar, ruang untuk tumbuh, dan ruang untuk bermimpi,” ujar Gus Ipul.


Berdasarkan pemetaan Talent DNA bersama Prof. Ary Ginanjar terhadap lebih dari 11 ribu siswa, terungkap bahwa empat dari sepuluh anak memiliki bakat kuat di bidang sains dan teknologi. Bakat-bakat tersebut mengarah pada profesi seperti insinyur, ahli teknologi, dokter, guru, hingga penegak hukum.


Namun, pengembangan potensi ini juga diimbangi dengan pendampingan sosial dan psikologis. Hasil asesmen menunjukkan satu dari tiga anak memerlukan bantuan terkait masalah emosional, sementara satu dari enam anak telah kehilangan orang tua.


Oleh karena itu, Sekolah Rakyat mengusung pendekatan ganda, yaitu pendidikan dan rehabilitasi sosial. Program ini didukung oleh sekitar 5.000 guru, 7.000 wali asuh, serta lebih dari 2.000 wali asrama. Para siswa juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala dan mengikuti matrikulasi selama tiga bulan.


Hasil dari pendekatan terpadu ini mulai terlihat pada lulusan SMA Sekolah Rakyat tahun 2026. Dari 12 lulusan, sebanyak tujuh anak berhasil melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa penuh, sedangkan lima lainnya langsung terserap di dunia kerja sesuai bidang minat mereka.


Program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga menyasar pemberdayaan keluarga prasejahtera. Pemerintah memberikan bantuan sosial lengkap, membedah lebih dari 10 ribu rumah orang tua siswa, menyerahkan bantuan modal usaha kepada lebih dari 11 ribu orang tua, serta menyalurkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI kepada lebih dari 9 ribu orang tua.


Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut positif keberadaan program ini. Di Sulawesi Selatan, jumlah lokasi Sekolah Rakyat yang semula berjumlah sembilan titik direncanakan bertambah menjadi 15 lokasi.


Dengan daya tampung mencapai 1.000 siswa per sekolah, program ini diproyeksikan mampu memfasilitasi hingga 15.000 anak kurang mampu dan anak putus sekolah di wilayah tersebut.


“Ini sangat membantu untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem,” kata Andi Sudirman.


Acara puncak peringatan diisi dengan penampilan bakat dari ratusan siswa Sekolah Rakyat, mulai dari pertunjukan drum band, seni bela diri pencak silat dan karate, variasi baris-berbaris, hingga drama musikal yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak prasejahtera meraih masa depan.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, serta jajaran pejabat Kementerian Sosial dan tokoh nasional lainnya. *Red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update