Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Antisipasi Dampak El Nino, BP Batam Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Tahap II

Selasa | Oktober 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-26T17:05:12Z
Pesawat terbang jenis Cessna yang akan digunakan dalam operasi modifikasi cuaca (omc). Foto : Bp Batam

Laporaninformasi.com (Batam) -- Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap kedua sepanjang tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan potensi hujan di daerah tangkapan air serta menjaga elevasi waduk yang menjadi sumber utama pasokan air bersih bagi masyarakat dan industri di Kota Batam.


Pelaksanaan OMC kali ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 26 Oktober hingga 2 November 2026, hasil kerja sama BP Batam dengan PT Rekayasa Atmosfer Indonesia. Sebelumnya, operasi serupa telah sukses dilaksanakan pada Mei 2026 lalu.


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa penyemaian awan buatan ini merupakan upaya antisipatif menghadapi dampak cuaca kering akibat fenomena El Nino ekstrem yang sempat memicu penurunan volume air baku di sejumlah waduk.


“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air, sehingga mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” ujar Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10/2026) lalu. 

 

Denny menambahkan, air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang utama penggerak aktivitas ekonomi di Batam. Oleh karena itu, penguatan ketahanan sumber daya air menjadi prioritas berkelanjutan pihak pengelola kawasan.


Dalam pelaksanaannya, OMC mengerahkan satu unit pesawat terbang jenis Cessna. Pesawat tersebut beroperasi pada ketinggian 8.000 hingga 11.000 kaki dengan target awan-awan potensial yang dipantau secara langsung di atmosfer.


Operasi udara ini didukung penuh oleh kolaborasi lintas instansi, meliputi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara, serta BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam.


Sementara itu, Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, menepis kekhawatiran masyarakat terkait kualitas air yang dihasilkan dari proses modifikasi cuaca tersebut. Pihaknya menjamin bahan penyemai yang digunakan sangat aman dan tidak memicu pencemaran lingkungan maupun waduk.


“Bahan yang digunakan adalah Natrium Klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk memicu pembentukan dan pertumbuhan butiran air di dalam awan. Secara prinsip, ini merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, hanya saja memiliki tingkat kemurnian dan ukuran partikel khusus,” terang Idul.

 

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Batam, wilayah Kepulauan Riau khususnya Batam diproyeksikan masih memiliki potensi pertumbuhan awan hujan hingga Desember 2026. Peluang atmosfer inilah yang akan dimaksimalkan lewat OMC untuk mengisi kembali cadangan air di waduk-waduk vital Kota Batam. *Den/Red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update