Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Investasi Korsel di Batam Melesat 34 Kali Lipat, Sektor Logistik dan Bandara Jadi Primadona

Kamis | Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T02:25:50Z
Deputi Bidang Investasi BP Batam saat memberi sambutan dalam South Korea Aero Summit 2026,Rabu (21/10/2026). Foto : Humas Bp Batam.

Laporaninformasi.com (Batam) -- Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat ekspansi investasi asing dengan membidik investor asal Korea Selatan. Melalui keikutsertaan dalam South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan strategis dengan KBRI Seoul pada Rabu (21/10/2026), BP Batam berupaya mengoptimalkan lonjakan investasi Korea Selatan yang kini berfokus pada sektor infrastruktur dan konektivitas.


Langkah diplomasi ekonomi ini dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain, serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara, Kurnia Budi.


Fary menyampaikan bahwa momentum ini menjadi pijakan penting untuk mengenalkan potensi besar industri penerbangan di Batam, mulai dari Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), kargo udara, hingga industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.


"Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan," ujar Fary di sela-sela agenda yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 tersebut.


Ia menegaskan, pengembangan Bandara Hang Nadim perlu terhubung secara terintegrasi dengan kawasan industri dan rantai pasok global. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, dan kepercayaan investor menjadi fondasi utama untuk menarik investasi berkelanjutan di Batam.


Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, realisasi investasi Korea Selatan di Kota Batam pada semester I 2026 mencatatkan lonjakan signifikan hingga mencapai Rp1,175 triliun (sekitar USD65,1 juta).


Capaian tersebut melonjak hingga 4.169,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (semester I 2025). Nilai ini juga setara 34,1 kali lipat dari total realisasi investasi Korea Selatan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp34,41 miliar.


Pertumbuhan masif ini menempatkan Korea Selatan sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam dengan kontribusi sebesar 6,60 persen terhadap total Penanaman Modal Asing (PMA).


Selain pertumbuhan nilai, profil investasi Negeri Ginseng tersebut juga mengalami pergeseran fokus secara signifikan. Jika pada 2025 investasi tersebar di sektor perikanan, alat transportasi, mesin, elektronik, hingga kimia dan farmasi, pada semester I 2026 konsentrasi modal bergeser tajam.


Sebanyak Rp1,170 triliun atau sekitar 99,6 persen dari total investasi Korea Selatan kini terkonsentrasi pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi—terutama melalui PT Bandara Internasional Batam.


Guna menjaga tren positif ini, delegasi BP Batam turut mengadakan pertemuan dengan Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana, di Seoul. Pertemuan ini difokuskan untuk mengidentifikasi perusahaan Korea yang berpotensi berekspansi, memfasilitasi pertemuan bisnis, serta mendorong kunjungan calon investor langsung ke Batam.


Selain industri penerbangan dan logistik, sektor strategis lain yang turut dibidik meliputi elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik (EV), rekayasa presisi, hingga teknologi digital.


Daya tarik Batam dinilai makin kuat berkat statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) yang kini ditopang oleh empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan 31 kawasan industri aktif.


Rangkaian kunjungan kerja BP Batam pada 20–24 Oktober 2026 ini juga mencakup studi pembelajaran pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon. Hasil kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem Bandara Hang Nadim sekaligus mengonversi jejaring internasional menjadi proyek konkret yang membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Batam. *Den/Red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update