Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemerintah Kerahkan 61 Armada Udara dan OMC Sikapi Darurat Karhutla Kalimantan Tengah

Rabu | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T04:35:41Z
Kemenhut dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Selasa (22/9/2026). Foto: Kemenhut

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah.


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengawal langsung operasi pemadaman di lapangan sejak Senin (21/9), mulai dari peninjauan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), evaluasi Satgas Darat, hingga koordinasi lintas instansi di Posko Karhutla Kabupaten Kapuas.


Berdasarkan data SiPongi Kemenhut dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Selasa (22/9/2026) pukul 21.20 WIB, jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Indonesia melonjak menjadi 932 titik. Angka ini naik drastis sebanyak 244 titik dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka 688 titik.


Dari enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi, yakni mencapai 643 titik dari yang sebelumnya 228 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 68 titik, Kalimantan Barat 50 titik, dan Sumatera Selatan 17 titik. Adapun Provinsi Jambi dan Riau berada pada posisi nihil hotspot high confidence.


Pihak Kemenhut menegaskan bahwa keberadaan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tidak bisa langsung disamakan dengan luas area terbakar, sehingga verifikasi langsung di lapangan (groundcheck) terus dilakukan secara masif.


Guna mengatasi eskalasi kebakaran, pemerintah memobilisasi sebanyak 61 unit armada udara. Dari jumlah tersebut, 17 unit dikerahkan untuk patroli dan OMC, sedangkan 44 unit disiagakan untuk pengeboman air (water bombing).


“Penguatan operasi darat menjadi sangat penting, terutama ketika asap tebal dan jarak pandang rendah membatasi pergerakan helikopter water bombing,” tegas tim gabungan saat melakukan evaluasi di Pusdalops BPBD Kalteng.


Di samping operasi udara, tim Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, masyarakat peduli api, dan sektor swasta terus melancarkan pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, hingga mopping up pada lahan gambut untuk mencegah timbulnya kembali bara api di bawah permukaan tanah.


Dampak karhutla juga mulai memengaruhi kualitas udara. Pemantauan parameter PM2,5 menunjukkan indikasi udara tidak sehat hingga berbahaya di sejumlah titik di Kalimantan dan Sumatera.


Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus pada 23–29 September 2026 yang akan dioptimalkan melalui OMC.


Pemerintah mengimbau masyarakat terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Kemenhut juga kembali memperingatkan seluruh pihak dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update