Laporaninformasi.com (Nagoya) — Memasuki hari kelima gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus memperkuat koordinasi dengan pimpinan cabang olahraga (cabor) guna memonitor capaian kontingen Indonesia. Kemenpora juga melakukan evaluasi berkala atas raihan medali berdasarkan kesepakatan target sebelum keberangkatan.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa penetapan target medali Asian Games 2026 bukan keputusan sepihak Kemenpora. Sebelum bertolak ke Jepang, pemerintah dan pimpinan cabor telah berdiskusi intensif memetakan potensi, kesiapan, serta peluang di tiap nomor pertandingan.
“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan pimpinan cabang olahraga membahas potensi, peluang, dan target masing-masing. Target ini hasil kesepakatan bersama. Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai target,” ujar Menpora Erick di Nagoya, Rabu (23/9/2026).
Hingga hari kelima, Indonesia tercatat mengoleksi satu medali perak dan sembilan medali perunggu. Namun, terdapat beberapa proyeksi yang belum memenuhi target awal, salah satunya dari cabang olahraga wushu.
Wushu sebelumnya diproyeksikan menyumbangkan satu medali emas melalui nomor taolu changquan putra, tetapi hasil akhir pertandingan menempatkan atlet Indonesia di posisi perolehan medali perunggu.
“Untuk wushu, targetnya memang emas, namun yang kita dapat perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati,” kata Erick.
Erick menegaskan bahwa evaluasi ini dilakukan secara objektif bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mengidentifikasi kendala teknis di lapangan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Target itu bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan komitmen bersama. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Ini bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang profesional dan terukur,” tegasnya.
Meski terdapat target cabor yang meleset, Menpora menegaskan target keseluruhan kontingen Indonesia tidak berubah. Kemenpora tetap mematok target empat medali emas kepada Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Chef de Mission (CdM), dan para pimpinan cabor.
“Perjalanan Asian Games masih panjang. Kita tidak boleh kehilangan fokus. Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas. Mari terus dukung perjuangan atlet dan optimalkan setiap peluang medali yang masih ada sampai akhir pertandingan demi Merah Putih,” pungkas Erick. *Jel/red*
