Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jadi Teladan Kedisiplinan, Seribu Taruna TNI-Polri Resmi Diterjunkan ke Sekolah Rakyat

Senin | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T00:27:00Z
Gus Ipul menjelaskan, kehadiran para taruna bertujuan untuk menjadi role model kedisiplinan serta melatih manajemen kehidupan berasrama bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat, (1/8/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Sleman) — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara resmi memberangkatkan peserta Program Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akademi Kepolisian ke Sekolah Rakyat Tahun 2026. Pelepasan ditandai dengan apel bertempat di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).


Program kolaborasi ini melibatkan lebih dari seribu taruna terpilih dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol). Nantinya, sebanyak lima taruna akan ditempatkan di setiap titik Sekolah Rakyat untuk melaksanakan pendampingan intensif selama lima hari.


Gus Ipul menjelaskan, kehadiran para taruna bertujuan untuk menjadi role model (teladan) kedisiplinan serta melatih manajemen kehidupan berasrama bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat.


"Para Taruna tahu persis rasanya jauh dari rumah, tidur bukan di kamar sendiri, bangun pagi tanpa disuruh orang tua. Itulah yang harus ditularkan kepada siswa Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul saat bertindak sebagai pengambil upacara.


Usai apel, Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau demonstrasi bimbingan para taruna kepada siswa SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang. Materi yang diperagakan mencakup kerapian lemari dan kasur, psikologi lapangan, hingga latihan baris-berbaris.


Dalam amanatnya, Mensos menekankan tujuh aspek utama yang harus diperkuat oleh para taruna selama masa pendampingan, yaitu: Kepramukaan, Pembinaan karakter dan kepribadian, Wawasan nusantara, Ekstrakurikuler dan kegiatan kelompok, Kebersihan diri dan lingkungan asrama, Bela negara, Kegiatan keagamaan.


"Ini adalah fondasi karakter yang akan menopang anak-anak jauh setelah para Taruna pulang. Dampingi siswa-siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati, jadilah kakak yang menjadi teladan," pesannya.


Program Taruna Bhakti ini diselenggarakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru Sekolah Rakyat.


Menghadapi masa adaptasi siswa, Gus Ipul secara tegas mengingatkan seluruh pihak agar memastikan lingkungan belajar bebas dari segala bentuk intimidasi.


"Tidak boleh ada perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi. Tiga hal ini adalah garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun. Jika melihat hal seperti itu terjadi, kita punya kewajiban untuk menghentikannya, membimbing, dan mengarahkan ke hal positif," tegas Gus Ipul.


Sementara itu, Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha yang turut meninjau demonstrasi menyampaikan pesan pembakar semangat kepada para siswa Sekolah Rakyat.


"Kamu harus tangguh menghadapi tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman. Kalau kamu tidak tangguh, kamu bukan pejuang," ucap Wisnu.


Turut hadir dalam perhelatan tersebut Sekjen Kemensos Robben Rico, Dirjen Rehsos Supomo, Dirjen Linjamsos Agus Zainal Arifin, Wadanjen Akademi TNI Marsda TNI Wayan Superman, serta perwakilan Astamaops Polri Irjen Pol. Laksana.

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update