Laporaninformasi.com (Jakarta) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi emas melalui Program SMA Unggul Garuda. Program strategis ini dirancang untuk menyiapkan talenta muda terbaik dari seluruh pelosok negeri agar mampu bersaing di panggung global demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Disadur dari halaman resmi Kemendiktisaintek, Program ini bergerak melalui dua skema utama, yaitu SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda Transformasi. Skema Garuda Baru difokuskan pada pembangunan sekolah di wilayah dengan akses pendidikan terbatas guna mendorong pemerataan. Sementara itu, skema Garuda Transformasi diterapkan untuk meningkatkan mutu sekolah dan madrasah yang sudah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, empat sekolah skema Garuda Baru akan resmi beroperasi di empat kabupaten, yakni Belitung Timur, Bulungan, Timor Tengah Selatan, dan Konawe Selatan. Pemerintah menargetkan akan membangun hingga 20 SMA Unggul Garuda Baru di seluruh Indonesia hingga tahun 2029 mendatang.
Di sisi lain, sebanyak 42 sekolah dan madrasah telah terpilih menjadi bagian dari SMA Unggul Garuda Transformasi sepanjang tahun 2025 dan 2026. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, target ini akan ditingkatkan menjadi 80 sekolah pada tahun 2029.
Spesifik untuk skema SMA Unggul Garuda Baru, pemerintah menerapkan sistem beasiswa penuh bagi seluruh peserta didik yang lolos seleksi. Proses penyaringan dilakukan secara terbuka, objektif, dan berbasis kemampuan.
Saat ini, seleksi gelombang pertama untuk empat sekolah baru tersebut telah rampung dengan rata-rata nilai akademik siswa terpilih mencapai angka 88. Sebaran geografis kelulusan juga menunjukkan skala nasional yang inklusif, di mana Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dan DKI Jakarta menjadi tiga wilayah penyumbang persentase kelulusan tertinggi.
Dampak positif program ini sudah mulai terlihat nyata pada performa akademis sekolah-sekolah yang bertransformasi. Pada 12 sekolah SMA Unggul Garuda Transformasi, jumlah Letter of Acceptance (LoA) yang diterima dari 100 universitas terbaik dunia melonjak tajam sebesar 167 persen, dari 587 LoA pada tahun 2025 menjadi 1.567 LoA pada tahun 2026.
Pada periode yang sama, jumlah siswa yang berhasil mengamankan kursi di kampus-kampus top dunia tersebut meningkat dari 132 menjadi 330 siswa, atau tumbuh signifikan sebesar 150 persen.
Merespons perhatian publik terkait prioritas anggaran dan pemerataan akses, Kemdiktisaintek memastikan bahwa Program SMA Unggul Garuda berjalan beriringan dengan program peningkatan mutu pendidikan reguler, seperti perbaikan sarana-prasarana sekolah dan peningkatan kualitas guru di seluruh Indonesia.
Untuk menjamin keberlangsungan operasional jangka panjang tanpa membebani APBN murni, Kemdiktisaintek telah mengalokasikan dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dana abadi khusus Sekolah Garuda ini direncanakan mulai mencair untuk membiayai operasional tahunan pada tahun 2030. Hingga tahun 2026, akumulasi dana abadi yang berhasil dikumpulkan telah menyentuh angka Rp6,198 triliun.
Melalui ekosistem pembinaan talenta nasional yang inklusif dan berkelanjutan ini, pemerintah optimistis Program SMA Unggul Garuda akan menjadi kawah candradimuka yang melahirkan generasi berkarakter, inovatif, dan siap memimpin peradaban di tingkat dunia. *red*
