Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GPM Masuk Putaran Kedelapan, Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang Redam Gejolak Harga Jelang Iduladha

Selasa | Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T03:41:01Z
Ratusan warga, didominasi kaum ibu, menyerbu pasar murah yang diselengarakan GPM, Senin (25/5/2026). Foto : MC Tg Pinang

Laporaninformasi.com (Tg Pinang) - Hari Raya Iduladha masih beberapa pekan lagi, namun geliat lonjakan harga kebutuhan pokok sudah mulai mencekik kantong masyarakat. Menyiasati kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang bergerak cepat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).


Senin (25/5/2026) pagi, Lapangan Kampung KB di Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ratusan warga, didominasi kaum ibu, menyerbu pasar murah yang menyajikan berbagai komoditas esensial mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, sayuran segar, cabai, bawang, hingga produk olahan pangan.


agi masyarakat berpenghasilan rendah, GPM bukan sekadar pasar murah musiman, melainkan "tali penyelamat" di tengah badai inflasi menjelang hari besar keagamaan.


Selisih harga sebesar Rp3.000 hingga Rp5.000 per komoditas terbukti menjadi magnet kuat bagi warga. Bagi rumah tangga berpendapatan pas-pasan, angka tersebut adalah penghematan yang sangat berarti.


Emi, salah seorang warga Tanjung Unggat yang ikut mengantre sejak pagi, mengaku sangat terbantu. Ia memanfaatkan momen ini untuk menyetok kebutuhan dapur dan persiapan menyambut Iduladha.


“Kemarin saya beli minyak goreng di pasar harganya sudah Rp18.000, di sini masih Rp15.000. Telur ayam di pasar Rp58.000 per papan, di sini cuma Rp52.000. Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Harapannya kegiatan seperti ini sering-sering diadakan, apalagi sekarang harga barang di pasar banyak yang naik,” ungkap Emi dengan wajah semringah sembari menunjukkan belanjaannya.


Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, menegaskan bahwa GPM ini merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat. Kenaikan harga pangan di pasar konvensional saat ini dipicu oleh berbagai faktor eksternal dan siklus tahunan menjelang hari raya.


"Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota, kami hadir untuk memastikan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," jelas Robert.


Menariknya, GPM tidak hanya memotong rantai distribusi demi menekan harga, tetapi juga memberdayakan sektor hulu. Pemerintah sengaja melibatkan kelompok tani lokal serta pelaku UMKM distributor pangan setempat, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.


Di sisi lain, konsistensi Pemerintah Provinsi Kepri dalam mengawal stabilitas harga pangan diuji dalam momentum ini. Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPPKH Provinsi Kepri, Mohd Riza Pahlevi, membeberkan bahwa aksi di Tanjung Unggat ini bukanlah gerakan sporadis.


“Ini adalah pelaksanaan GPM putaran kedelapan yang digelar Pemprov Kepri menjelang Iduladha tahun ini. Kami menggandeng Pemko Tanjungpinang, para distributor, hingga vendor pangan untuk memastikan ketersediaan pasokan aman dan harga tetap ramah di kantong masyarakat,” terang Riza. *red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update