Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wamenpar Ni Luh Puspa Minta Pengelola Wisata Tingkatkan Kesiapan Jelang Libur Sekolah 2026

Minggu | Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T04:23:19Z

 

Wamenpar Ni Luh Puspa meninjau langsung atraksi wisata Waterbom Bali, Jumat (5/6/2026). Foto: Kemenpar

Laporaninformasi.com (Bali) – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meminta seluruh pengelola destinasi wisata di Indonesia untuk meningkatkan kesiapan menjelang periode libur sekolah 2026. Momentum ini diperkirakan akan memicu lonjakan signifikan pergerakan wisatawan nusantara, termasuk ke Pulau Dewata. Hal tersebut ditegaskannya saat meninjau langsung atraksi wisata Waterbom Bali, Jumat (5/6/2026).


Wamenpar menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan ini.


"Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali. Seluruh pengelola destinasi diharapkan memastikan fasilitas dan layanan berada dalam kondisi optimal sebelum menerima lonjakan kunjungan," ujar Ni Luh Puspa.


Menurut Ni Luh, libur sekolah tidak sekadar dipandang sebagai mendongkrak angka kunjungan, melainkan momentum untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi demi mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan. Kesiapan yang dimaksud mencakup sarana prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).


Untuk memperkuat aspek keselamatan, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai program pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi bagi pelaku industri. Program yang berkolaborasi dengan asosiasi, akademisi, dan praktisi ini difokuskan pada aktivitas berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, dan snorkeling.


Selain itu, Kemenpar juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dokumen ini mengatur standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga kembali dari destinasi.


"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan," tambah Wamenpar sembari mengapresiasi manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga standar operasional.


Merespons arahan tersebut, CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, menyatakan pihaknya telah siap menghadapi periode high season bermodalkan pengalaman selama 33 tahun. Pengawasan kualitas fasilitas dilakukan secara ketat melalui departemen quality control internal yang rutin melakukan pemeriksaan.


Selain kesiapan staf dan fasilitas, Waterbom Bali juga menerapkan manajemen kapasitas secara ketat guna menjaga daya dukung lingkungan serta kualitas pengalaman wisatawan.


"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga. Kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan," pungkas Sayan. *Jel/red*



- advertisement -

×
Berita Terbaru Update